Repositori STIAB Smaratungga
Selamat datang di Repositori Digital Sekolah Tinggi Ilmu Agama Buddha (STIAB) Smaratungga. Platform ini menjadi wadah resmi untuk menyimpan, mengelola, dan menyebarluaskan karya ilmiah sivitas akademika STIAB Smaratungga — mulai dari skripsi, tesis, disertasi, laporan penelitian, hingga publikasi ilmiah lainnya dari berbagai program studi di lingkungan STIAB Smaratungga.
Repositori ini dikembangkan sebagai bagian dari komitmen institusi terhadap keterbukaan akses ilmu pengetahuan (open access), sekaligus sebagai upaya pelestarian dan dokumentasi hasil karya akademik secara digital, terstruktur, dan mudah diakses jangka panjang.
Melalui repositori ini, kami berharap dapat memperluas manfaat hasil penelitian dan karya akademik civitas STIAB Smaratungga bagi mahasiswa, peneliti, akademisi, maupun masyarakat umum yang tertarik pada kajian pendidikan agama Buddha, seni budaya, serta bisnis dan manajemen.
Silakan telusuri koleksi kami melalui menu pencarian, atau jelajahi berdasarkan program studi di bawah ini.

Communities in DSpace
Select a community to browse its collections.
Recent Submissions
Item type:Item, Pengaruh Mindfulness dan Refleksi Diri terhadap Kemampuan Mengendalikan Perilaku Impulsif pada Siswa SD Budi Luhur Kota Sukabumi(2026-11-01)MeriABSTRACT Meri, 20240100012, 2026. The Influence of Mindfulness and Self-Reflection on Elementary School Students’ Ability to Control Impulsive Behavior at Budi Luhur Elementary School, Sukabumi City. Master’s Program in Buddhist Religious Education, Smaratungga Buddhist College, Boyolali. Supervisor I: Dr. Kabri, S.Ag., M.Pd., M.Pd.B.; Supervisor II: Dr. Partono, M.Pd., M.Pd.B. Keywords: mindfulness, self-reflection, self-control, impulsive behavior, elementary school students The ability to control impulsive behavior is an important component of self-regulation development among elementary school students because it involves inhibiting spontaneous responses, regulating emotions, considering consequences, and directing behavior in accordance with established rules. Mindfulness and self-reflection are expected to contribute to this ability by fostering awareness of ongoing experiences and the evaluation of personal experiences and actions. This study aimed to analyze the influence of mindfulness on the ability to control impulsive behavior, the influence of self-reflection on the ability to control impulsive behavior, and the simultaneous influence of both variables among students at Budi Luhur Elementary School, Sukabumi City. This study employed a quantitative, cross-sectional, non-experimental correlational design. The respondents consisted of 33 students selected using total sampling. Data were collected using closed-ended questionnaires with a five-point Likert scale. The analyses included descriptive statistics, validity and reliability testing, model-assumption checks, simple and multiple linear regression, t-tests, F-tests, the coefficient of determination, and a 5,000-resample bootstrap. All statistical analyses were performed using IBM SPSS Statistics version 27 at a significance level of .05. Simple linear regression showed that mindfulness made a positive and significant predictive contribution to students’ ability to control impulsive behavior (B = .806, β = .723, t(31) = 5.823, p < .001, R² = .522). Self-reflection also made a positive and significant predictive contribution (B = .851, β = .861, t(31) = 9.421, p < .001, R² = .741). The multiple linear regression used for the third objective produced a significant simultaneous model, F(2, 30) = 54.654, p < .001, with R = .886, R² = .785, and adjusted R² = .770. Thus, the simultaneous model explained 78.5% of the variance in the outcome in the study sample, with an adjusted estimate of 77.0%. A 5,000-resample bootstrap yielded 95% confidence intervals excluding zero for mindfulness [.110, .558] and self-reflection [.443, .851]. Because the study used a quantitative, cross-sectional, non-experimental design, the findings indicate statistical predictive contributions rather than causal effects.Item type:Item, PENGARUH PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS AGAMA BUDDHA DAN KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP PERILAKU PROSOSIAL SISWA SMP TRIRATNA SIBOLGA(2026-11-01)Dju NiePerilaku Prososial mencerminkan kemampuan siswa untuk berempati, menolong, bekerja sama, berbagi, dan menunjukkan kepedulian sosial. Pendidikan Karakter Berbasis Agama Buddha memberikan orientasi moral, sedangkan Kecerdasan Emosional membantu siswa mengelola emosi dalam hubungan sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kedua variabel tersebut, baik secara individual maupun simultan, terhadap Perilaku Prososial siswa SMP Triratna Sibolga. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional eksplanatori dan sampling jenuh terhadap 74 siswa beragama Buddha yang aktif pada tahun pelajaran 2025/2026. Peneliti mengumpulkan data melalui kuesioner skala Likert lima tingkat, kemudian menguji hipotesis pertama dan kedua dengan regresi linear sederhana serta hipotesis ketiga dengan regresi linear berganda pada taraf signifikansi 0,05. Peneliti juga menggunakan koreksi HC3 dan bootstrap 10.000 pengambilan ulang untuk memeriksa kestabilan keputusan regresi sederhana. Hasil regresi sederhana menunjukkan bahwa Pendidikan Karakter Berbasis Agama Buddha berpengaruh positif dan signifikan terhadap Perilaku Prososial dengan B = 0,800, t = 8,911, p < 0,001, dan R² = 0,524. Kecerdasan Emosional juga menunjukkan pengaruh positif dan signifikan dengan B = 0,850, t = 17,713, p < 0,001, dan R² = 0,813. Analisis sensitivitas mempertahankan kedua keputusan tersebut sehingga hipotesis pertama dan kedua memperoleh dukungan berdasarkan hasil regresi linear sederhana masing-masing. Regresi linear berganda menunjukkan bahwa kedua prediktor secara simultan membentuk model yang signifikan dengan F = 160,451, p < 0,001, R² = 0,819, dan Adjusted R² = 0,814. Kecerdasan Emosional memberikan kontribusi unik yang positif dan signifikan dengan B = 0,772, β = 0,818, dan p < 0,001, sedangkan kontribusi unik Pendidikan Karakter Berbasis Agama Buddha tidak mencapai signifikansi dengan B = 0,123 dan p = 0,147. Hipotesis ketiga memperoleh dukungan berdasarkan signifikansi model regresi linear berganda secara keseluruhan. Temuan ini menunjukkan adanya daya penjelas yang saling bertumpang tindih antara kedua prediktor, sedangkan makna pengaruh dalam penelitian ini bersifat prediktif, bukan sebab akibat.Item type:Item, PENGARUH MODERASI BERAGAMA DAN IMPLEMENTASI NILAI BUDAYA LOKAL TERHADAP KERUKUNAN MAHASISWA (Studi Pada Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya Wonogiri Jawa Tengah)(STIAB SMARATUNGGA, 2026-10-28)RiswantoPenelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh moderasi beragama dan implementasi nilai budaya lokal terhadap kerukunan mahasiswa di Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya Wonogiri. Keberagaman latar belakang agama dan budaya mahasiswa menjadikan penguatan sikap moderat serta penghargaan terhadap nilai budaya lokal penting dalam membangun kehidupan kampus yang harmonis. Nilai budaya lokal, khususnya nilai-nilai budaya Jawa yang menekankan toleransi, kesantunan, tenggang rasa, dan penghormatan terhadap sesama, dipandang memiliki keterkaitan dengan pembentukan kerukunan antarmahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel secara proporsional terhadap 92 mahasiswa. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis melalui regresi linear berganda dengan bantuan IBM SPSS Statistics versi 27. Analisis dilakukan untuk menguji pengaruh moderasi beragama dan implementasi nilai budaya lokal, baik secara parsial maupun simultan, terhadap kerukunan mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa moderasi beragama berpengaruh positif dan signifikan terhadap kerukunan mahasiswa dengan nilai signifikansi 0,001 < 0,05. Implementasi nilai budaya lokal juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kerukunan mahasiswa dengan nilai signifikansi 0,001 < 0,05. Secara simultan, moderasi beragama dan implementasi nilai budaya lokal berpengaruh signifikan terhadap kerukunan mahasiswa, dengan koefisien determinasi sebesar 87%. Temuan tersebut menunjukkan bahwa variasi kerukunan mahasiswa dalam penelitian ini sebagian besar dapat dijelaskan oleh kedua variabel independen tersebut. Hasil penelitian menegaskan bahwa penguatan moderasi beragama dan implementasi nilai budaya lokal merupakan faktor penting dalam mendukung kerukunan mahasiswa di STAB Negeri Raden Wijaya Wonogiri. Penguatan kedua aspek tersebut perlu dikembangkan secara berkelanjutan melalui proses pembelajaran, kegiatan kemahasiswaan, pembinaan karakter, serta interaksi sosial di lingkungan kampus agar tercipta hubungan antarmahasiswa yang toleran, setara, saling menghargai, dan kooperatif.Item type:Item, PENGARUH SELF-EFFICACY DAN DUKUNGAN SOSIAL TEMAN SEBAYA TERHADAP RESILIENSI AKADEMIK SISWA SMA BUDDHIS JAYANTI TAHUN PELAJARAN 2025/2026(2026-10-27)Fany Amelia SariPenelitian ini dilatarbelakangi oleh masih adanya siswa yang mengalami kesulitan dalam menghadapi tekanan akademik, seperti stres belajar, kecemasan menghadapi ujian, keraguan terhadap kemampuan diri, serta kurang optimalnya dukungan sosial dari teman sebaya. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya kemampuan siswa untuk bertahan dan bangkit ketika menghadapi berbagai tantangan akademik. Resiliensi akademik menjadi salah satu aspek penting yang perlu dimiliki siswa agar mampu menghadapi tuntutan pembelajaran secara efektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh self-efficacy terhadap resiliensi akademik, pengaruh dukungan sosial teman sebaya terhadap resiliensi akademik, serta pengaruh self-efficacy dan dukungan sosial teman sebaya secara simultan terhadap resiliensi akademik siswa SMA Buddhis Jayanti Tahun Pelajaran 2025/2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex post facto. Populasi penelitian adalah seluruh siswa SMA Buddhis Jayanti Tahun Pelajaran 2025/2026 yang berjumlah 111 siswa. Sampel penelitian sebanyak 87 siswa yang ditentukan menggunakan teknik proportional stratified random sampling berdasarkan rumus Slovin dengan taraf kesalahan 5%. Teknik pengumpulan data menggunakan angket tertutup yang disusun berdasarkan indikator self-efficacy, dukungan sosial teman sebaya, dan resiliensi akademik. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji prasyarat analisis, dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-efficacy, dukungan sosial teman sebaya, dan resiliensi akademik siswa berada pada kategori tinggi. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa self-efficacy berpengaruh positif dan signifikan terhadap resiliensi akademik (Sig. = 0,000), demikian pula dukungan sosial teman sebaya yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap resiliensi akademik (Sig. = 0,002). Secara simultan, self-efficacy dan dukungan sosial teman sebaya berpengaruh signifikan terhadap resiliensi akademik dengan nilai Fhitung sebesar 42,469 dan signifikansi 0,000. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,503 menunjukkan bahwa kedua variabel memberikan kontribusi sebesar 50,3% terhadap resiliensi akademik siswa.Item type:Item, Pengaruh Kemampuan Pemecahan Masalah dan Dukungan Sosial terhadap Ketahanan Diri Siswa SMA Swasta di Jakarta(2026-10-27)Kurniawan SantosoKajian ini dirancang untuk menelaah seberapa besar kemampuan pemecahan masalah dan dukungan sosial ikut membentuk ketahanan diri siswa SMA swasta di Jakarta. Persoalan yang melatari kajian ini adalah meningkatnya tekanan akademik maupun sosial yang harus dihadapi remaja, sehingga kesanggupan bertahan dan bangkit kembali menjadi kebutuhan yang mendesak. Pendekatan yang dipakai bersifat kuantitatif melalui survei kausal dengan teknik korelasional. Dua variabel bebas, yaitu kemampuan pemecahan masalah (X1) dan dukungan sosial (X2), diuji pengaruhnya terhadap ketahanan diri siswa (Y). Data dihimpun dengan angket tertutup berskala lima tingkat yang lebih dahulu diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis memakai regresi sederhana, regresi ganda, korelasi, serta korelasi parsial. Populasi berjumlah 200 siswa dan sampel sebanyak 133 responden ditetapkan melalui rumus Slovin/Yamane dengan taraf kesalahan 5%. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa kemampuan pemecahan masalah berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketahanan diri siswa, dengan koefisien korelasi ry1 = 0,467 dan koefisien determinasi R² = 0,218; artinya 21,8% variasi ketahanan diri dijelaskan oleh kemampuan pemecahan masalah melalui persamaan Ŷ = 110,581 + 0,246X1. Dukungan sosial memberi pengaruh yang lebih kuat, yakni ry2 = 0,606 dengan R² = 0,367 atau 36,7%, melalui persamaan Ŷ = 56,752 + 0,567X2. Ketika keduanya diuji bersama-sama, diperoleh koefisien korelasi ganda R = 0,614 dan R² = 0,377, sehingga 37,7% ketahanan diri siswa dipengaruhi kedua variabel tersebut secara simultan dengan persamaan Ŷ = 59,524 + 0,068X1 + 0,489X2 dan nilai F yang signifikan pada taraf 0,05. Simpulannya, semakin terampil siswa mengelola dan menuntaskan masalah yang dihadapi serta semakin kuat dukungan yang diperolehnya dari orang tua, guru, dan teman sebaya, semakin tinggi pula ketahanan dirinya dalam menghadapi tekanan akademik maupun sosial. Dukungan sosial terbukti berkontribusi lebih besar daripada kemampuan pemecahan masalah, sehingga penguatan iklim sosial sekolah dan keluarga perlu diprioritaskan. Hasil ini diharapkan menjadi rujukan bagi guru, sekolah, dan penyelenggara pendidikan keagamaan Buddha dalam menyusun program pendampingan siswa yang membina daya lentur diri, kemandirian berpikir, serta kepedulian sosial sebagaimana diajarkan dalam Dhamma.