Repositori STIAB Smaratungga

Selamat datang di Repositori Digital Sekolah Tinggi Ilmu Agama Buddha (STIAB) Smaratungga. Platform ini menjadi wadah resmi untuk menyimpan, mengelola, dan menyebarluaskan karya ilmiah sivitas akademika STIAB Smaratungga — mulai dari skripsi, tesis, disertasi, laporan penelitian, hingga publikasi ilmiah lainnya dari berbagai program studi di lingkungan STIAB Smaratungga.

Repositori ini dikembangkan sebagai bagian dari komitmen institusi terhadap keterbukaan akses ilmu pengetahuan (open access), sekaligus sebagai upaya pelestarian dan dokumentasi hasil karya akademik secara digital, terstruktur, dan mudah diakses jangka panjang.

Melalui repositori ini, kami berharap dapat memperluas manfaat hasil penelitian dan karya akademik civitas STIAB Smaratungga bagi mahasiswa, peneliti, akademisi, maupun masyarakat umum yang tertarik pada kajian pendidikan agama Buddha, seni budaya, serta bisnis dan manajemen.

Silakan telusuri koleksi kami melalui menu pencarian, atau jelajahi berdasarkan program studi di bawah ini.

Photo by STIAB Smaratungga

Communities in DSpace

Select a community to browse its collections.

Now showing 1 - 1 of 1

Recent Submissions

  • Item type:Item,
    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AKTIVITAS BELAJAR SISWA BERAGAMA BUDDHA KELAS XI SMA NEGERI 1 DONOROJO TAHUN AJARAN 2024/2025
    (ISNAWATI, 2025-10-08)
    ISNAWATI
    ABSTRAK Isnawati. 20210200010. 2025. “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Aktivitas Belajar Siswa Beragama Buddha Kelas Xi Sma Negeri 1 Donorojo Tahun Ajara 2024/2025lembar”. Skripsi. Program Studi Pendidikan Keagaman Buddha (S1) Sekolah tinggi Ilmu Agama Buddha (STIAB) Smaratungga Boyolali Jawa Tengah. Pembimbing (I) Sutikyanto, S. Ag., M. Hum, Pembimbing (II) Sukisno, M.Pd. Kata Kunci: aktivitas belajar, siswa Buddha, faktor internal, faktor eksternal, pembelajaran agama Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas belajar siswa beragama Buddha di SMA Negeri 1 Donorojo. Aktivitas belajar siswa merupakan salah satu indikator keberhasilan pembelajaran, khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Buddha. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan pendekatan fenomenologis melalui bantuan perangkat lunak Atlas.ti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat enam indikator yang mempengaruhi aktivitas belajar siswa, yaitu: (1) ketekunan dalam belajar, (2) perhatian terhadap kegiatan belajar, (3) cara menerima dan mengolah informasi, (4) ketersediaan dan pemanfaatan sarana dan prasarana sekolah, (5) motivasi serta dukungan emosional, dan (6) pengaruh teman sebaya. Faktor-faktor internal seperti niat dan minat, serta faktor eksternal seperti lingkungan sekolah dan dukungan sosial terbukti sangat berpengaruh terhadap keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian ini memberikan wawasan penting bagi guru, sekolah, dan orang tua untuk menciptakan strategi pembelajaran yang lebih efektif dan mendukung.
  • Item type:Item,
    PENGARUH TEMAN SEBAYA DAN LINGKUNGAN BELAJAR TERHADAP KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA DI HOMESCHOOLING KUSALAMITRA TAHUN AJARAN 2025/2026
    (Putriana Mitta, 2026-10-02)
    Putriana Mitta
    ABSTRAK Putriana Mitta, 2024100024, 2026 “Pengaruh Teman Sebaya dan Lingkungan Belajar terhadap Kemandirian Belajar Siswa Homeschooling Kusalamitra Tahun Ajaran 2025/2026. Tesis. Program Studi Magister Pendidikan Keagamaan Buddha, Sekolah Tinggi Ilmu Agama Buddha (STIAB) Smaratungga”. Pembimbing I: Dr. dr. Tjhia Khie Khiong, S.Si., S.Ked., M.Si., M.Pharm.Sc., Ph.D., PA(K), Exp.Flow., Akp. Pembimbing II: Julia Surya, S.Pd.B., M.A., M.Pd., Ph.D. Kata kunci: teman sebaya, lingkungan belajar, kemandirian belajar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kemandirian belajar sebagai salah satu faktor yang menentukan keberhasilan proses pembelajaran. Kemandirian belajar siswa dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya teman sebaya dan lingkungan belajar. Kondisi di Homeschooling Kusalamitra menunjukkan bahwa masih terdapat siswa yang belum mampu mengelola proses belajarnya secara optimal sehingga diperlukan kajian mengenai faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teman sebaya terhadap kemandirian belajar, pengaruh lingkungan belajar terhadap kemandirian belajar, serta pengaruh teman sebaya dan lingkungan belajar secara simultan terhadap kemandirian belajar siswa Homeschooling Kusalamitra Tahun Ajaran 2025/2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi penelitian berjumlah 50 siswa, dengan teknik sampling jenuh sehingga seluruh populasi dijadikan sampel. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket, sedangkan analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji asumsi klasik, regresi linier sederhana, regresi linier berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi (R²) dengan bantuan SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teman sebaya berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemandirian belajar dengan koefisien regresi sebesar 0,652, nilai t hitung sebesar 8,017, dan signifikansi 0,000. Lingkungan belajar juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemandirian belajar dengan koefisien regresi sebesar 0,445, nilai t hitung sebesar 5,943, dan signifikansi 0,000. Secara simultan, teman sebaya dan lingkungan belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemandirian belajar dengan nilai F hitung sebesar 32,396 dan signifikansi 0,000. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,580 menunjukkan bahwa teman sebaya dan lingkungan belajar secara bersama-sama memberikan kontribusi sebesar 58,0% terhadap kemandirian belajar siswa, sedangkan 42,0% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Disimpulkan bahwa semakin positif hubungan teman sebaya dan semakin kondusif lingkungan belajar, maka semakin tinggi tingkat kemandirian belajar siswa Homeschooling Kusalamitra Tahun Ajaran 2025/2026.
  • Item type:Item,
    NILAI-NILAI PENDIDIKAN MORAL DALAM UPACARA NGETHOK GOMBAK DI DUSUN THEKELAN
    (Wilis, 2025-09-28)
    Wilis
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan tradisi Ngethok Gombak oleh masyarakat Dusun Thekelan, Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, sebagai bagian dari warisan budaya lokal, serta mengkaji nilai-nilai pendidikan moral yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara induktif dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tradisi Ngethok Gombak merupakan bentuk kearifan lokal yang dilaksanakan secara turun-temurun dan disesuaikan dengan kondisi ekonomi masing-masing keluarga. Upacara ini sarat dengan simbol simbol bermakna seperti tangga dari tebu dan pisang, bubur merah putih, jajanan pasar, dan kain putih-kuning, yang mencerminkan nilai spiritual dan sosial. Prosesi ini juga berfungsi sebagai media ruwatan untuk membuang sengkolo dan sebagai bentuk rasa syukur. Selain itu, tradisi ini mengandung nilai-nilai pendidikan moral yang signifikan, antara lain nilai kebersamaan, kearifan lokal, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Tradisi ini tidak hanya memperkuat identitas budaya masyarakat, tetapi juga menjadi strategi pendidikan karakter yang kontekstual bagi generasi muda. Oleh karena itu, pelestarian dan penguatan nilai-nilai moral dalam tradisi Ngethok Gombak sangat relevan sebagai upaya pendidikan berbasis budaya lokal.
  • Item type:Item,
    ANALISIS DESKRIPTIF STRATEGI GURU DALAM MENERAPKAN JOYFUL LEARNING PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA DAN BUDI PEKERTI KELAS IX
    (Reni Erlisa, 2026-10-02)
    Reni Erlisa
    Reni Erlisa, 20220200004. Analisis Deskriptif Strategi Guru dalam Menerapkan Komponen Joyful Learning dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Di Kelas IX. Skripsi, Program Studi Pendidikan Keagamaan Buddha, Sekolah Tinggi Ilmu Agama Buddha Smaratungga. Boyolali, Jawa Tengah, Pembimbing (1) Julia Surya, S.Pd.B., M.A,M.Pd., Ph.D. Pembimbing (2) Maria Fransisca Andanti, M.Pd. Kata Kunci: Strategi Guru, Joyful Learning, Pendidikan Agama Buddha Dan Budi Pekerti. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penerapan joyful learning dalam menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan pada mata pelajaran Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti. Namun, hasil observasi pendahuluan menunjukkan bahwa proses pembelajaran masih didominasi metode ceramah sehingga interaksi, antusiasme, dan partisipasi aktif peserta didik belum berkembang secara optimal. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa komponen joyful learning, yaitu rasa aman dan nyaman, interaksi positif, antusiasme peserta didik, serta partisipasi aktif peserta didik belum sepenuhnya terwujud. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam menerapkan komponen joyful learning pada pembelajaran Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti kelas IX. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian terdiri atas dua guru Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti yang mengajar kelas IX di dua SMP di Kecamatan Gladagsari, Kabupaten Boyolali. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semiterstruktur, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan berbagai strategi untuk mewujudkan komponen joyful learning. Strategi tersebut meliputi membangun komunikasi yang hangat dan menghargai untuk menciptakan rasa aman dan nyaman, menerapkan diskusi dan kerja kelompok guna membangun interaksi positif, memanfaatkan metode dan media pembelajaran yang bervariasi serta mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari untuk meningkatkan antusiasme peserta didik, serta memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya, berdiskusi, mempresentasikan hasil kerja, dan memberikan umpan balik konstruktif guna mendorong partisipasi aktif. Strategi tersebut mampu menciptakan suasana pembelajaran yang lebih menyenangkan, meningkatkan keterlibatan peserta didik, serta mendukung penerapan joyful learning dalam pembelajaran Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti.
  • Item type:Item,
    HUBUNGAN PENERAPAN BRAHMAVIHARĀ DENGAN KEPEDULIAN SOSIAL REMAJA ASRAMA BUDDHIS PUSDIKLAT BUDHAYANA AMPEL BOYOLALI
    (2025-07-17)
    anti astuti
    Kepedulian sosial merupakan unsur penting dalam kehidupan bersama yang mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan seperti empati, kejujuran, kasih sayang, dan keterbukaan. Dalam masyarakat modern, kecenderungan hidup individualis dan dominasi penggunaan teknologi digital memunculkan tantangan dalam interaksi sosial. Komunikasi virtual menggantikan kontak langsung sehingga mengurangi kedekatan emosional dan solidaritas. Fenomena ini tampak jelas di kalangan remaja, termasuk mereka yang tinggal di lingkungan asrama, di mana semestinya terbentuk interaksi sosial yang intens dan bermakna. Dalam konteks Buddhisme, ajaran Brahmaviharā metta (cinta kasih), karuṇa (kasih sayang), mudita (kegembiraan atas kebahagiaan orang lain), dan upekkha (keseimbangan batin) memiliki potensi besar dalam menumbuhkan kepedulian sosial secara mendalam dan berkelanjutan.Penelitian ini bertujuan untuk mencapai dua hal utama, yaitu: (1) mendeskripsikan penerapan Brahmaviharā dangan kepedulian sosial remaja Asrama Buddhis, serta (2) menganalisis hubungan antara penerapan Brahmaviharā dengan kepedulian sosial remaja Asrama Buddhis Pusdiklat Buddhayana Ampel Boyolali. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Populasi penelitian adalah seluruh remaja yang tinggal di asrama, berjumlah 30 orang, menggunakan teknik sampling jenuh. Instrumen penelitian dikembangkan berdasarkan indikator teoritis dari masing-masing variabel. Teknik analisis data meliputi uji normalitas, homogenitas, korelasi Pearson, dan regresi linear sederhana dengan bantuan SPSS versi 21. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan Brahmaviharā berada dalam kategori tinggi dengan skor rata-rata 80%, demikian pula kepedulian sosial yang memperoleh skor rata-rata sebesar 39,95 (kategori tinggi). Uji korelasi menunjukkan nilai R = 0,716 yang menandakan adanya hubungan kuat antara kedua variabel. Nilai R² = 0,512 mengindikasikan bahwa 51,2% variasi kepedulian sosial dapat dijelaskan oleh penerapan Brahmaviharā. Uji signifikansi menghasilkan p = 0,000, yang menunjukkan hubungan yang bermakna secara statistik.Temuan ini menunjukkan bahwa nilai-nilai Brahmaviharā berkontribusi signifikan terhadap pembentukan sikap peduli dan empatik pada remaja. Hasil ini memiliki implikasi dalam pengembangan pendidikan spiritual berbasis nilai-nilai Buddhis untuk menciptakan lingkungan asrama yang harmonis dan sadar sosial.