Repositori STIAB Smaratungga

Selamat datang di Repositori Digital Sekolah Tinggi Ilmu Agama Buddha (STIAB) Smaratungga. Platform ini menjadi wadah resmi untuk menyimpan, mengelola, dan menyebarluaskan karya ilmiah sivitas akademika STIAB Smaratungga — mulai dari skripsi, tesis, disertasi, laporan penelitian, hingga publikasi ilmiah lainnya dari berbagai program studi di lingkungan STIAB Smaratungga.

Repositori ini dikembangkan sebagai bagian dari komitmen institusi terhadap keterbukaan akses ilmu pengetahuan (open access), sekaligus sebagai upaya pelestarian dan dokumentasi hasil karya akademik secara digital, terstruktur, dan mudah diakses jangka panjang.

Melalui repositori ini, kami berharap dapat memperluas manfaat hasil penelitian dan karya akademik civitas STIAB Smaratungga bagi mahasiswa, peneliti, akademisi, maupun masyarakat umum yang tertarik pada kajian pendidikan agama Buddha, seni budaya, serta bisnis dan manajemen.

Silakan telusuri koleksi kami melalui menu pencarian, atau jelajahi berdasarkan program studi di bawah ini.

Photo by STIAB Smaratungga

Communities in DSpace

Select a community to browse its collections.

Now showing 1 - 1 of 1

Recent Submissions

  • Item type:Item,
    PENGARUH MODERASI BERAGAMA DAN IMPLEMENTASI NILAI BUDAYA LOKAL TERHADAP KERUKUNAN MAHASISWA (Studi Pada Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya Wonogiri Jawa Tengah)
    (STIAB SMARATUNGGA, 2026-10-28)
    Riswanto
    Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh moderasi beragama dan implementasi nilai budaya lokal terhadap kerukunan mahasiswa di Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya Wonogiri. Keberagaman latar belakang agama dan budaya mahasiswa menjadikan penguatan sikap moderat serta penghargaan terhadap nilai budaya lokal penting dalam membangun kehidupan kampus yang harmonis. Nilai budaya lokal, khususnya nilai-nilai budaya Jawa yang menekankan toleransi, kesantunan, tenggang rasa, dan penghormatan terhadap sesama, dipandang memiliki keterkaitan dengan pembentukan kerukunan antarmahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel secara proporsional terhadap 92 mahasiswa. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis melalui regresi linear berganda dengan bantuan IBM SPSS Statistics versi 27. Analisis dilakukan untuk menguji pengaruh moderasi beragama dan implementasi nilai budaya lokal, baik secara parsial maupun simultan, terhadap kerukunan mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa moderasi beragama berpengaruh positif dan signifikan terhadap kerukunan mahasiswa dengan nilai signifikansi 0,001 < 0,05. Implementasi nilai budaya lokal juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kerukunan mahasiswa dengan nilai signifikansi 0,001 < 0,05. Secara simultan, moderasi beragama dan implementasi nilai budaya lokal berpengaruh signifikan terhadap kerukunan mahasiswa, dengan koefisien determinasi sebesar 87%. Temuan tersebut menunjukkan bahwa variasi kerukunan mahasiswa dalam penelitian ini sebagian besar dapat dijelaskan oleh kedua variabel independen tersebut. Hasil penelitian menegaskan bahwa penguatan moderasi beragama dan implementasi nilai budaya lokal merupakan faktor penting dalam mendukung kerukunan mahasiswa di STAB Negeri Raden Wijaya Wonogiri. Penguatan kedua aspek tersebut perlu dikembangkan secara berkelanjutan melalui proses pembelajaran, kegiatan kemahasiswaan, pembinaan karakter, serta interaksi sosial di lingkungan kampus agar tercipta hubungan antarmahasiswa yang toleran, setara, saling menghargai, dan kooperatif.
  • Item type:Item,
    PENGARUH SELF-EFFICACY DAN DUKUNGAN SOSIAL TEMAN SEBAYA TERHADAP RESILIENSI AKADEMIK SISWA SMA BUDDHIS JAYANTI TAHUN PELAJARAN 2025/2026
    (2026-10-27)
    Fany Amelia Sari
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih adanya siswa yang mengalami kesulitan dalam menghadapi tekanan akademik, seperti stres belajar, kecemasan menghadapi ujian, keraguan terhadap kemampuan diri, serta kurang optimalnya dukungan sosial dari teman sebaya. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya kemampuan siswa untuk bertahan dan bangkit ketika menghadapi berbagai tantangan akademik. Resiliensi akademik menjadi salah satu aspek penting yang perlu dimiliki siswa agar mampu menghadapi tuntutan pembelajaran secara efektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh self-efficacy terhadap resiliensi akademik, pengaruh dukungan sosial teman sebaya terhadap resiliensi akademik, serta pengaruh self-efficacy dan dukungan sosial teman sebaya secara simultan terhadap resiliensi akademik siswa SMA Buddhis Jayanti Tahun Pelajaran 2025/2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex post facto. Populasi penelitian adalah seluruh siswa SMA Buddhis Jayanti Tahun Pelajaran 2025/2026 yang berjumlah 111 siswa. Sampel penelitian sebanyak 87 siswa yang ditentukan menggunakan teknik proportional stratified random sampling berdasarkan rumus Slovin dengan taraf kesalahan 5%. Teknik pengumpulan data menggunakan angket tertutup yang disusun berdasarkan indikator self-efficacy, dukungan sosial teman sebaya, dan resiliensi akademik. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji prasyarat analisis, dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-efficacy, dukungan sosial teman sebaya, dan resiliensi akademik siswa berada pada kategori tinggi. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa self-efficacy berpengaruh positif dan signifikan terhadap resiliensi akademik (Sig. = 0,000), demikian pula dukungan sosial teman sebaya yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap resiliensi akademik (Sig. = 0,002). Secara simultan, self-efficacy dan dukungan sosial teman sebaya berpengaruh signifikan terhadap resiliensi akademik dengan nilai Fhitung sebesar 42,469 dan signifikansi 0,000. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,503 menunjukkan bahwa kedua variabel memberikan kontribusi sebesar 50,3% terhadap resiliensi akademik siswa.
  • Item type:Item,
    Pengaruh Kemampuan Pemecahan Masalah dan Dukungan Sosial terhadap Ketahanan Diri Siswa SMA Swasta di Jakarta
    (2026-10-27)
    Kurniawan Santoso
    Kajian ini dirancang untuk menelaah seberapa besar kemampuan pemecahan masalah dan dukungan sosial ikut membentuk ketahanan diri siswa SMA swasta di Jakarta. Persoalan yang melatari kajian ini adalah meningkatnya tekanan akademik maupun sosial yang harus dihadapi remaja, sehingga kesanggupan bertahan dan bangkit kembali menjadi kebutuhan yang mendesak. Pendekatan yang dipakai bersifat kuantitatif melalui survei kausal dengan teknik korelasional. Dua variabel bebas, yaitu kemampuan pemecahan masalah (X1) dan dukungan sosial (X2), diuji pengaruhnya terhadap ketahanan diri siswa (Y). Data dihimpun dengan angket tertutup berskala lima tingkat yang lebih dahulu diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis memakai regresi sederhana, regresi ganda, korelasi, serta korelasi parsial. Populasi berjumlah 200 siswa dan sampel sebanyak 133 responden ditetapkan melalui rumus Slovin/Yamane dengan taraf kesalahan 5%. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa kemampuan pemecahan masalah berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketahanan diri siswa, dengan koefisien korelasi ry1 = 0,467 dan koefisien determinasi R² = 0,218; artinya 21,8% variasi ketahanan diri dijelaskan oleh kemampuan pemecahan masalah melalui persamaan Ŷ = 110,581 + 0,246X1. Dukungan sosial memberi pengaruh yang lebih kuat, yakni ry2 = 0,606 dengan R² = 0,367 atau 36,7%, melalui persamaan Ŷ = 56,752 + 0,567X2. Ketika keduanya diuji bersama-sama, diperoleh koefisien korelasi ganda R = 0,614 dan R² = 0,377, sehingga 37,7% ketahanan diri siswa dipengaruhi kedua variabel tersebut secara simultan dengan persamaan Ŷ = 59,524 + 0,068X1 + 0,489X2 dan nilai F yang signifikan pada taraf 0,05. Simpulannya, semakin terampil siswa mengelola dan menuntaskan masalah yang dihadapi serta semakin kuat dukungan yang diperolehnya dari orang tua, guru, dan teman sebaya, semakin tinggi pula ketahanan dirinya dalam menghadapi tekanan akademik maupun sosial. Dukungan sosial terbukti berkontribusi lebih besar daripada kemampuan pemecahan masalah, sehingga penguatan iklim sosial sekolah dan keluarga perlu diprioritaskan. Hasil ini diharapkan menjadi rujukan bagi guru, sekolah, dan penyelenggara pendidikan keagamaan Buddha dalam menyusun program pendampingan siswa yang membina daya lentur diri, kemandirian berpikir, serta kepedulian sosial sebagaimana diajarkan dalam Dhamma.
  • Item type:Item,
    PENGARUH MINDFULNESS DAN DUKUNGAN TEMAN SEBAYA TERHADAP KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS SISWA SMK TRI RATNA JAKARTA
    (Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I), 2026-12)
    Frans, Jesslyn Dorina
    Kesejahteraan psikologis merupakan aspek penting dalam perkembangan siswa, terutama karena masa sekolah menengah ditandai oleh berbagai tuntutan akademik dan sosial. Dalam konteks pendidikan Buddhis, penguatan kesejahteraan psikologis tidak hanya berkaitan dengan kapasitas internal siswa, tetapi juga dengan kualitas hubungan sosial di lingkungan sekolah. Mindfulness merepresentasikan faktor intrapersonal, sedangkan dukungan teman sebaya merepresentasikan faktor interpersonal yang berpotensi mendukung kesejahteraan psikologis siswa. Namun, penelitian yang menguji kedua faktor tersebut secara simultan dalam konteks pendidikan berbasis nilai Buddhis masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh mindfulness dan dukungan teman sebaya terhadap kesejahteraan psikologis siswa SMK Tri Ratna Jakarta, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain non-eksperimental dan cross-sectional. Populasi sekaligus sampel penelitian berjumlah 80 siswa yang ditentukan menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner mindfulness, dukungan teman sebaya, dan kesejahteraan psikologis. Analisis data menggunakan regresi linear sederhana untuk menguji pengaruh masing-masing variabel bebas serta regresi linear berganda untuk menguji pengaruh keduanya secara simultan. Instrumen penelitian telah melalui uji validitas dan reliabilitas, sedangkan model regresi telah memenuhi asumsi yang diperlukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mindfulness berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesejahteraan psikologis dengan koefisien regresi 0,991 dan signifikansi 0,000, serta memberikan kontribusi sebesar 67,5%. Dukungan teman sebaya juga berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien regresi 1,170 dan signifikansi 0,000, serta memberikan kontribusi sebesar 50,6%. Secara simultan, mindfulness dan dukungan teman sebaya berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesejahteraan psikologis dengan F = 118,772 dan signifikansi 0,000. Nilai R² = 0,755 menunjukkan bahwa kedua variabel secara bersama-sama menjelaskan 75,5% variasi kesejahteraan psikologis siswa. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengujian terpadu faktor intrapersonal dan interpersonal dalam menjelaskan kesejahteraan psikologis siswa pada konteks pendidikan berbasis nilai Buddhis. Implikasinya, pengembangan kesejahteraan psikologis di sekolah perlu dilakukan secara holistik melalui penguatan mindfulness dan hubungan teman sebaya, antara lain melalui praktik perhatian penuh, refleksi diri, peer mentoring, pembelajaran kolaboratif, dan pengembangan nilai kalyāṇamitta.
  • Item type:Item,
    PENGARUH MINDFULNESS DAN DUKUNGAN TEMAN SEBAYA TERHADAP STRES AKADEMIK SISWA SMA EHIPASSIKO SCHOOL
    (SEKOLAH TINGGI ILMU AGAMA BUDDHA SMARATUNGGA BOYOLALI, 2026-09-18)
    Wijaya, Alfred
    Stres akademik merupakan persoalan psikologis yang lazim dialami siswa sekolah menengah atas dan berdampak pada prestasi belajar serta kesehatan mental. Mindfulness dipandang sebagai sumber daya penanggulangan yang bersifat internal, sedangkan dukungan teman sebaya merupakan sumber daya eksternal. Kedua variabel tersebut belum pernah dikaji secara simultan pada sekolah menengah atas berbasis nilai-nilai Buddha di Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh mindfulness dan dukungan teman sebaya, baik secara parsial maupun simultan, terhadap stres akademik siswa SMA Ehipassiko School. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi sekaligus sampel penelitian adalah seluruh siswa kelas X dan XI tahun ajaran 2025/2026 yang berjumlah 105 orang, ditentukan dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup berskala Likert lima poin yang dikembangkan peneliti berdasarkan lima faset Five Facet Mindfulness Questionnaire, empat mekanisme Social Cognitive Theory, dan lima dimensi Educational Stress Scale for Adolescents. Data dianalisis menggunakan korelasi Pearson Product Moment dan regresi linear berganda setelah seluruh uji asumsi klasik terpenuhi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mindfulness berpengaruh negatif dan signifikan terhadap stres akademik (b₁ = −0,474; t = −2,916; p = 0,004), sedangkan dukungan teman sebaya berpengaruh positif dan signifikan terhadap stres akademik (b₂ = +0,374; t = 3,555; p < 0,001). Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap stres akademik [F(2,102) = 7,765; p < 0,001] dengan koefisien determinasi R² = 0,132 atau 13,2%. Arah positif pada dukungan teman sebaya ditafsirkan sebagai gejala mobilisasi dukungan, yakni siswa dengan tekanan akademik yang lebih tinggi cenderung lebih aktif mencari dukungan. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan program mindfulness sekaligus peningkatan kualitas—bukan sekadar kuantitas—dukungan teman sebaya di lingkungan sekolah.