Repositori STIAB Smaratungga
Selamat datang di Repositori Digital Sekolah Tinggi Ilmu Agama Buddha (STIAB) Smaratungga. Platform ini menjadi wadah resmi untuk menyimpan, mengelola, dan menyebarluaskan karya ilmiah sivitas akademika STIAB Smaratungga — mulai dari skripsi, tesis, disertasi, laporan penelitian, hingga publikasi ilmiah lainnya dari berbagai program studi di lingkungan STIAB Smaratungga.
Repositori ini dikembangkan sebagai bagian dari komitmen institusi terhadap keterbukaan akses ilmu pengetahuan (open access), sekaligus sebagai upaya pelestarian dan dokumentasi hasil karya akademik secara digital, terstruktur, dan mudah diakses jangka panjang.
Melalui repositori ini, kami berharap dapat memperluas manfaat hasil penelitian dan karya akademik civitas STIAB Smaratungga bagi mahasiswa, peneliti, akademisi, maupun masyarakat umum yang tertarik pada kajian pendidikan agama Buddha, seni budaya, serta bisnis dan manajemen.
Silakan telusuri koleksi kami melalui menu pencarian, atau jelajahi berdasarkan program studi di bawah ini.

Communities in DSpace
Select a community to browse its collections.
Recent Submissions
Item type:Item, PENGARUH MODERASI BERAGAMA DAN POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP TOLERANSI SOSIAL MURID AGAMA BUDDHA TINGKAT SMA DI KOTA SEMARANG TAHUN PELAJARAN 2025/2026(2026-09-02)TripitoyoTRIPITOYO, 20240100019, 2026. Pengaruh Moderasi Beragama dan Pola Asuh Orang Tua terhadap Toleransi Sosial Murid Agama Buddha Tingkat SMA di Kota Semarang Tahun Pelajaran 2025/2026. Tesis. Program Studi Pendidikan Keagamaan Buddha (S2), Sekolah Tinggi Ilmu Agama Buddha Smaratungga, Boyolali. Pembimbing (1) Dr. Kabri, S.Ag, M.Pd, M.Pd.B., (II) Julia Surya, S.Pd.B.,M.A.,M.Pd.,Ph.D. Kata Kunci: Moderasi Beragama, Pola Asuh Orang Tua, Toleransi Sosial, Murid Agama Buddha, Pendidikan Menengah Atas. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembentukan karakter toleransi sosial pada murid agama Buddha yang hidup di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk. Kota Semarang sebagai salah satu kota dengan tingkat keberagaman agama, budaya, suku, dan etnis yang tinggi menjadi lingkungan yang menuntut generasi muda untuk memiliki sikap toleran, terbuka, menghargai perbedaan, serta mampu berinteraksi secara harmonis dengan berbagai kelompok masyarakat. Namun, dalam kehidupan sosial masih ditemukan berbagai fenomena yang menunjukkan rendahnya toleransi sosial, seperti kecenderungan sikap eksklusif, kurangnya empati terhadap kelompok lain, rendahnya kepedulian sosial, serta terbatasnya interaksi positif antarkelompok yang berbeda latar belakang. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya faktor-faktor pendukung yang mampu membentuk dan meningkatkan toleransi sosial peserta didik. Dalam penelitian ini, faktor yang dikaji adalah moderasi beragama dan pola asuh orang tua. Penelitian bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh moderasi beragama terhadap toleransi sosial murid agama Buddha tingkat SMA di Kota Semarang, (2) pengaruh pola asuh orang tua terhadap toleransi sosial murid agama Buddha tingkat SMA di Kota Semarang, dan (3) pengaruh moderasi beragama dan pola asuh orang tua secara simultan terhadap toleransi sosial murid agama Buddha tingkat SMA di Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode ex post facto. Populasi penelitian terdiri atas seluruh murid agama Buddha tingkat SMA di Kota Semarang yang berjumlah 63 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, sehingga seluruh anggota populasi dijadikan responden penelitian. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner menggunakan skala Likert yang telah melalui pengujian validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier sederhana dan regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS versi 21. Sebelum pengujian hipotesis, dilakukan uji prasyarat analisis yang meliputi uji normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa moderasi beragama berpengaruh positif dan signifikan terhadap toleransi sosial murid dengan nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,749 dan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,561, yang berarti moderasi beragama memberikan kontribusi sebesar 56,1% terhadap toleransi sosial. Selain itu, diperoleh nilai t hitung sebesar 8,824 dengan signifikansi 0,000 (< 0,05). Pola asuh orang tua juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap toleransi sosial murid dengan nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,788, koefisien determinasi (R²) sebesar 0,622 atau sebesar 62,2%, nilai t hitung sebesar 10,008, dan signifikansi 0,000 (< 0,05). Secara simultan, moderasi beragama dan pola asuh orang tua berpengaruh positif dan signifikan terhadap toleransi sosial murid dengan nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,835, koefisien determinasi (R²) sebesar 0,697 atau 69,7%, nilai F hitung sebesar 68,859, dan signifikansi 0,000 (< 0,05). Hasil regresi berganda menunjukkan bahwa pola asuh orang tua merupakan variabel yang memiliki pengaruh lebih dominan dibandingkan moderasi beragama terhadap toleransi sosial murid agama Buddha tingkat SMA di Kota Semarang.Item type:Item, PENGALAMAN UMAT BUDDHA DALAM MEMPRAKTIKKAN MINDFULNESS DI WIHARA MAHABODHI BUDDHIST CENTER: STUDI FENOMENOLOGIS(Munisah, 2026-10-06)MunisahPerkembangan kehidupan modern yang disertai tekanan psikologis, perubahansosial, dan kompleksitas tuntutan kehidupan menjadikan mindfulness semakin relevan bagi pemeliharaan keseimbangan mental dan spiritual. Namun, mindfulness masih sering dipahami secara terbatas sebagai teknik meditasi atau relaksasi yang terpisah dari landasan filosofis dan spiritual Buddhisme. Penelitian mengenai pengalaman subjektif umat Buddha dalam mempraktikkan mindfulness di lingkungan Wihara juga masih relatif terbatas. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya penelitian yang mengkaji praktik mindfulness berdasarkan pengalaman langsung umat Buddha dalam kehidupan religiusnya. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengalaman umat Buddha dalam mempraktikkan mindfulness di Wihara Mahabodhi Buddhist Center, Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologis. Informan dipilih melalui teknik purposive sampling dan berjumlah enam orang, yang terdiri atas lima umat Buddha yang aktif mempraktikkan mindfulness dan satu guru pembimbing. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam semi-terstruktur, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan prosedur Interpretative Phenomenological Analysis (IPA), yang mencakup transkripsi, pembacaan berulang, penyandian tematik, analisis kasus per kasus dan lintas kasus, refleksi, interpretasi, serta pelaporan. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi, member check, catatan reflektif, dan audit trail. Hasil penelitian menunjukkan dua struktur utama pengalaman mindfulness, yaitu aspek kognitif-perseptual yang mencakup observing dan describing, serta aspek regulatif-spiritual yang mencakup acting with awareness, non-judging, dan non-reactivity. Kelima dimensi tersebut membentuk rangkaian pengalaman yang meliputi kemampuan mengamati dan memahami pengalaman, menghadirkan kesadaran dalam tindakan, menerima pengalaman tanpa penghakiman berlebihan, serta menciptakan jeda sebelum memberikan respons. Praktik mindfulness meningkatkan ketenangan, fokus, kesabaran, penerimaan diri, pengendalian perilaku, dan regulasi emosi, meskipun informan masih menghadapi hambatan berupa rasa mengantuk, ketidaknyamanan tubuh, pikiran mengembara, gangguan lingkungan, dan ketidakkonsistenan latihan. Dalam konteks Buddhis, pengalaman tersebut dimaknai sebagai proses pengembangan sati, sampajañña, sīla, dan paññā, serta pemahaman terhadap anicca. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan desain longitudinal dan komparatif dengan melibatkan informan yang lebih beragam untuk mengkaji perkembangan state mindfulness menuju trait mindfulness serta variasi pengalaman praktik pada komunitas Buddhis yang berbeda.Item type:Item, FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AKTIVITAS BELAJAR SISWA BERAGAMA BUDDHA KELAS XI SMA NEGERI 1 DONOROJO TAHUN AJARAN 2024/2025(ISNAWATI, 2025-10-08)ISNAWATIABSTRAK Isnawati. 20210200010. 2025. “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Aktivitas Belajar Siswa Beragama Buddha Kelas Xi Sma Negeri 1 Donorojo Tahun Ajara 2024/2025lembar”. Skripsi. Program Studi Pendidikan Keagaman Buddha (S1) Sekolah tinggi Ilmu Agama Buddha (STIAB) Smaratungga Boyolali Jawa Tengah. Pembimbing (I) Sutikyanto, S. Ag., M. Hum, Pembimbing (II) Sukisno, M.Pd. Kata Kunci: aktivitas belajar, siswa Buddha, faktor internal, faktor eksternal, pembelajaran agama Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas belajar siswa beragama Buddha di SMA Negeri 1 Donorojo. Aktivitas belajar siswa merupakan salah satu indikator keberhasilan pembelajaran, khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Buddha. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan pendekatan fenomenologis melalui bantuan perangkat lunak Atlas.ti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat enam indikator yang mempengaruhi aktivitas belajar siswa, yaitu: (1) ketekunan dalam belajar, (2) perhatian terhadap kegiatan belajar, (3) cara menerima dan mengolah informasi, (4) ketersediaan dan pemanfaatan sarana dan prasarana sekolah, (5) motivasi serta dukungan emosional, dan (6) pengaruh teman sebaya. Faktor-faktor internal seperti niat dan minat, serta faktor eksternal seperti lingkungan sekolah dan dukungan sosial terbukti sangat berpengaruh terhadap keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian ini memberikan wawasan penting bagi guru, sekolah, dan orang tua untuk menciptakan strategi pembelajaran yang lebih efektif dan mendukung.Item type:Item, PENGARUH TEMAN SEBAYA DAN LINGKUNGAN BELAJAR TERHADAP KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA DI HOMESCHOOLING KUSALAMITRA TAHUN AJARAN 2025/2026(Putriana Mitta, 2026-10-02)Putriana MittaABSTRAK Putriana Mitta, 2024100024, 2026 “Pengaruh Teman Sebaya dan Lingkungan Belajar terhadap Kemandirian Belajar Siswa Homeschooling Kusalamitra Tahun Ajaran 2025/2026. Tesis. Program Studi Magister Pendidikan Keagamaan Buddha, Sekolah Tinggi Ilmu Agama Buddha (STIAB) Smaratungga”. Pembimbing I: Dr. dr. Tjhia Khie Khiong, S.Si., S.Ked., M.Si., M.Pharm.Sc., Ph.D., PA(K), Exp.Flow., Akp. Pembimbing II: Julia Surya, S.Pd.B., M.A., M.Pd., Ph.D. Kata kunci: teman sebaya, lingkungan belajar, kemandirian belajar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kemandirian belajar sebagai salah satu faktor yang menentukan keberhasilan proses pembelajaran. Kemandirian belajar siswa dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya teman sebaya dan lingkungan belajar. Kondisi di Homeschooling Kusalamitra menunjukkan bahwa masih terdapat siswa yang belum mampu mengelola proses belajarnya secara optimal sehingga diperlukan kajian mengenai faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teman sebaya terhadap kemandirian belajar, pengaruh lingkungan belajar terhadap kemandirian belajar, serta pengaruh teman sebaya dan lingkungan belajar secara simultan terhadap kemandirian belajar siswa Homeschooling Kusalamitra Tahun Ajaran 2025/2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi penelitian berjumlah 50 siswa, dengan teknik sampling jenuh sehingga seluruh populasi dijadikan sampel. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket, sedangkan analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji asumsi klasik, regresi linier sederhana, regresi linier berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi (R²) dengan bantuan SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teman sebaya berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemandirian belajar dengan koefisien regresi sebesar 0,652, nilai t hitung sebesar 8,017, dan signifikansi 0,000. Lingkungan belajar juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemandirian belajar dengan koefisien regresi sebesar 0,445, nilai t hitung sebesar 5,943, dan signifikansi 0,000. Secara simultan, teman sebaya dan lingkungan belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemandirian belajar dengan nilai F hitung sebesar 32,396 dan signifikansi 0,000. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,580 menunjukkan bahwa teman sebaya dan lingkungan belajar secara bersama-sama memberikan kontribusi sebesar 58,0% terhadap kemandirian belajar siswa, sedangkan 42,0% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Disimpulkan bahwa semakin positif hubungan teman sebaya dan semakin kondusif lingkungan belajar, maka semakin tinggi tingkat kemandirian belajar siswa Homeschooling Kusalamitra Tahun Ajaran 2025/2026.Item type:Item, NILAI-NILAI PENDIDIKAN MORAL DALAM UPACARA NGETHOK GOMBAK DI DUSUN THEKELAN(Wilis, 2025-09-28)WilisPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan tradisi Ngethok Gombak oleh masyarakat Dusun Thekelan, Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, sebagai bagian dari warisan budaya lokal, serta mengkaji nilai-nilai pendidikan moral yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara induktif dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tradisi Ngethok Gombak merupakan bentuk kearifan lokal yang dilaksanakan secara turun-temurun dan disesuaikan dengan kondisi ekonomi masing-masing keluarga. Upacara ini sarat dengan simbol simbol bermakna seperti tangga dari tebu dan pisang, bubur merah putih, jajanan pasar, dan kain putih-kuning, yang mencerminkan nilai spiritual dan sosial. Prosesi ini juga berfungsi sebagai media ruwatan untuk membuang sengkolo dan sebagai bentuk rasa syukur. Selain itu, tradisi ini mengandung nilai-nilai pendidikan moral yang signifikan, antara lain nilai kebersamaan, kearifan lokal, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Tradisi ini tidak hanya memperkuat identitas budaya masyarakat, tetapi juga menjadi strategi pendidikan karakter yang kontekstual bagi generasi muda. Oleh karena itu, pelestarian dan penguatan nilai-nilai moral dalam tradisi Ngethok Gombak sangat relevan sebagai upaya pendidikan berbasis budaya lokal.