Repositori STIAB Smaratungga

Selamat datang di Repositori Digital Sekolah Tinggi Ilmu Agama Buddha (STIAB) Smaratungga. Platform ini menjadi wadah resmi untuk menyimpan, mengelola, dan menyebarluaskan karya ilmiah sivitas akademika STIAB Smaratungga — mulai dari skripsi, tesis, disertasi, laporan penelitian, hingga publikasi ilmiah lainnya dari berbagai program studi di lingkungan STIAB Smaratungga.

Repositori ini dikembangkan sebagai bagian dari komitmen institusi terhadap keterbukaan akses ilmu pengetahuan (open access), sekaligus sebagai upaya pelestarian dan dokumentasi hasil karya akademik secara digital, terstruktur, dan mudah diakses jangka panjang.

Melalui repositori ini, kami berharap dapat memperluas manfaat hasil penelitian dan karya akademik civitas STIAB Smaratungga bagi mahasiswa, peneliti, akademisi, maupun masyarakat umum yang tertarik pada kajian pendidikan agama Buddha, seni budaya, serta bisnis dan manajemen.

Silakan telusuri koleksi kami melalui menu pencarian, atau jelajahi berdasarkan program studi di bawah ini.

Photo by STIAB Smaratungga

Communities in DSpace

Select a community to browse its collections.

Now showing 1 - 1 of 1

Recent Submissions

  • Item type:Item,
    NILAI-NILAI PENDIDIKAN MORAL DALAM UPACARA NGETHOK GOMBAK DI DUSUN THEKELAN
    (Wilis, 2025-09-28)
    Wilis
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan tradisi Ngethok Gombak oleh masyarakat Dusun Thekelan, Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, sebagai bagian dari warisan budaya lokal, serta mengkaji nilai-nilai pendidikan moral yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara induktif dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tradisi Ngethok Gombak merupakan bentuk kearifan lokal yang dilaksanakan secara turun-temurun dan disesuaikan dengan kondisi ekonomi masing-masing keluarga. Upacara ini sarat dengan simbol simbol bermakna seperti tangga dari tebu dan pisang, bubur merah putih, jajanan pasar, dan kain putih-kuning, yang mencerminkan nilai spiritual dan sosial. Prosesi ini juga berfungsi sebagai media ruwatan untuk membuang sengkolo dan sebagai bentuk rasa syukur. Selain itu, tradisi ini mengandung nilai-nilai pendidikan moral yang signifikan, antara lain nilai kebersamaan, kearifan lokal, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Tradisi ini tidak hanya memperkuat identitas budaya masyarakat, tetapi juga menjadi strategi pendidikan karakter yang kontekstual bagi generasi muda. Oleh karena itu, pelestarian dan penguatan nilai-nilai moral dalam tradisi Ngethok Gombak sangat relevan sebagai upaya pendidikan berbasis budaya lokal.
  • Item type:Item,
    ANALISIS DESKRIPTIF STRATEGI GURU DALAM MENERAPKAN JOYFUL LEARNING PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA DAN BUDI PEKERTI KELAS IX
    (Reni Erlisa, 2026-10-02)
    Reni Erlisa
    Reni Erlisa, 20220200004. Analisis Deskriptif Strategi Guru dalam Menerapkan Komponen Joyful Learning dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Di Kelas IX. Skripsi, Program Studi Pendidikan Keagamaan Buddha, Sekolah Tinggi Ilmu Agama Buddha Smaratungga. Boyolali, Jawa Tengah, Pembimbing (1) Julia Surya, S.Pd.B., M.A,M.Pd., Ph.D. Pembimbing (2) Maria Fransisca Andanti, M.Pd. Kata Kunci: Strategi Guru, Joyful Learning, Pendidikan Agama Buddha Dan Budi Pekerti. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penerapan joyful learning dalam menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan pada mata pelajaran Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti. Namun, hasil observasi pendahuluan menunjukkan bahwa proses pembelajaran masih didominasi metode ceramah sehingga interaksi, antusiasme, dan partisipasi aktif peserta didik belum berkembang secara optimal. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa komponen joyful learning, yaitu rasa aman dan nyaman, interaksi positif, antusiasme peserta didik, serta partisipasi aktif peserta didik belum sepenuhnya terwujud. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam menerapkan komponen joyful learning pada pembelajaran Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti kelas IX. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian terdiri atas dua guru Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti yang mengajar kelas IX di dua SMP di Kecamatan Gladagsari, Kabupaten Boyolali. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semiterstruktur, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan berbagai strategi untuk mewujudkan komponen joyful learning. Strategi tersebut meliputi membangun komunikasi yang hangat dan menghargai untuk menciptakan rasa aman dan nyaman, menerapkan diskusi dan kerja kelompok guna membangun interaksi positif, memanfaatkan metode dan media pembelajaran yang bervariasi serta mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari untuk meningkatkan antusiasme peserta didik, serta memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya, berdiskusi, mempresentasikan hasil kerja, dan memberikan umpan balik konstruktif guna mendorong partisipasi aktif. Strategi tersebut mampu menciptakan suasana pembelajaran yang lebih menyenangkan, meningkatkan keterlibatan peserta didik, serta mendukung penerapan joyful learning dalam pembelajaran Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti.
  • Item type:Item,
    HUBUNGAN PENERAPAN BRAHMAVIHARĀ DENGAN KEPEDULIAN SOSIAL REMAJA ASRAMA BUDDHIS PUSDIKLAT BUDHAYANA AMPEL BOYOLALI
    (2025-07-17)
    anti astuti
    Kepedulian sosial merupakan unsur penting dalam kehidupan bersama yang mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan seperti empati, kejujuran, kasih sayang, dan keterbukaan. Dalam masyarakat modern, kecenderungan hidup individualis dan dominasi penggunaan teknologi digital memunculkan tantangan dalam interaksi sosial. Komunikasi virtual menggantikan kontak langsung sehingga mengurangi kedekatan emosional dan solidaritas. Fenomena ini tampak jelas di kalangan remaja, termasuk mereka yang tinggal di lingkungan asrama, di mana semestinya terbentuk interaksi sosial yang intens dan bermakna. Dalam konteks Buddhisme, ajaran Brahmaviharā metta (cinta kasih), karuṇa (kasih sayang), mudita (kegembiraan atas kebahagiaan orang lain), dan upekkha (keseimbangan batin) memiliki potensi besar dalam menumbuhkan kepedulian sosial secara mendalam dan berkelanjutan.Penelitian ini bertujuan untuk mencapai dua hal utama, yaitu: (1) mendeskripsikan penerapan Brahmaviharā dangan kepedulian sosial remaja Asrama Buddhis, serta (2) menganalisis hubungan antara penerapan Brahmaviharā dengan kepedulian sosial remaja Asrama Buddhis Pusdiklat Buddhayana Ampel Boyolali. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Populasi penelitian adalah seluruh remaja yang tinggal di asrama, berjumlah 30 orang, menggunakan teknik sampling jenuh. Instrumen penelitian dikembangkan berdasarkan indikator teoritis dari masing-masing variabel. Teknik analisis data meliputi uji normalitas, homogenitas, korelasi Pearson, dan regresi linear sederhana dengan bantuan SPSS versi 21. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan Brahmaviharā berada dalam kategori tinggi dengan skor rata-rata 80%, demikian pula kepedulian sosial yang memperoleh skor rata-rata sebesar 39,95 (kategori tinggi). Uji korelasi menunjukkan nilai R = 0,716 yang menandakan adanya hubungan kuat antara kedua variabel. Nilai R² = 0,512 mengindikasikan bahwa 51,2% variasi kepedulian sosial dapat dijelaskan oleh penerapan Brahmaviharā. Uji signifikansi menghasilkan p = 0,000, yang menunjukkan hubungan yang bermakna secara statistik.Temuan ini menunjukkan bahwa nilai-nilai Brahmaviharā berkontribusi signifikan terhadap pembentukan sikap peduli dan empatik pada remaja. Hasil ini memiliki implikasi dalam pengembangan pendidikan spiritual berbasis nilai-nilai Buddhis untuk menciptakan lingkungan asrama yang harmonis dan sadar sosial.
  • Item type:Item,
    PENGEMBANGAN MEDIA STORYTELLING JĀTAKA BERBASIS AUDIO-VISUAL UNTUK PENGUATAN KARAKTER CINTA KASIH (METTĀ) SISWA SEKOLAH MINGGU BUDDHA
    (2026-08-20)
    Seno Budiadi
    Pendidikan karakter di Sekolah Minggu Buddha (SMB) saat ini masih menghadapi tantangan serius karena penyampaian nilai moral sering kali bersifat normatif, verbalistik, dan terlalu berorientasi kognitif. Permasalahan tersebut diperparah oleh keterbatasan media pembelajaran inovatif yang kontekstual dan menarik bagi karakteristik generasi digital. Oleh karena itu, penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk merancang desain pengembangan media storytelling Jātaka berbasis audio-visual serta menilai kelayakan produk yang dikembangkan dalam memperkuat karakter cinta kasih (mettā) siswa SMB. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan Research and Development (R&D) dengan menerapkan model pengembangan 4D yang meliputi tahapan Define, Design, Develop, dan Disseminate. Alur kerja perancangan produk mengintegrasikan pipa produksi kecerdasan buatan (Generative AI) yang memanfaatkan Google Gemini untuk penyusunan naskah dialog dan rekayasa instruksi, Google Whisk untuk pembuatan ilustrasi tokoh, dan Google Flow untuk merender video animasi dinamis, sebelum akhirnya disunting menggunakan aplikasi CapCut dan diintegrasikan ke portal Google Sites. Subjek penelitian ini melibatkan validator ahli media, ahli materi (Guru Pendidikan Agama Buddha), serta uji coba terbatas pada 10 siswa jenjang Majjhima Sekha di SMB Gita Pundarika dengan instrumen pengumpulan data berupa wawancara, lembar penilaian ahli, dan angket respons siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan media ini berhasil memetakan konsep mettā ke dalam lima dimensi praktis melalui kisah Jātaka bertema rusa. Berdasarkan penilaian uji kelayakan ahli, media pembelajaran ini dikategorikan "Sangat Layak" dengan skor persentase mencapai 84,44% dari ahli media dan 95,55% dari ahli materi setelah melalui tahapan revisi pada aspek ekspresi karakter, pemotongan klip video yang kurang tepat, serta penyederhanaan diksi naskah. Dampak empiris penggunaan produk juga diperkuat oleh hasil uji coba terbatas yang menunjukkan respons sangat positif dari siswa dengan persentase tingkat kepuasan mencapai 89,6%, sehingga terbukti efektif dalam memelihara fokus serta mendukung internalisasi nilai cinta kasih siswa.
  • Item type:Item,
    Pengembangan Educational Board Game sebagai Media Penguatan Mindful Learning
    (2026-07-15)
    Sidharta, Marga Virya
    ;
    Partono, Partono
    ;
    Supartono, Supartono
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya tingkat distraksi digital dan rendahnya kesadaran belajar (mindless learning) pada murid dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Buddha, khususnya pada materi kompleks seperti "Manusia dan Alam Kehidupan". Metode pembelajaran konvensional yang berpusat pada guru dinilai kurang efektif dalam mempertahankan fokus dan pemahaman murid. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan, menguji kelayakan, serta mengevaluasi kepraktisan dan efektivitas simulasi Educational Board Game bernama "Nussadhatupoly" sebagai media intervensi pedagogis untuk menguatkan perilaku mindful learning (pembelajaran berkesadaran) pada murid kelas XI di SMAN 1 Ampel. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model pengembangan instruksional ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek uji coba dalam penelitian ini adalah 10 murid beragama Buddha kelas XI di SMAN 1 Ampel yang dipilih melalui teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui validasi oleh tiga pakar (ahli materi, ahli media, dan ahli mindful learning), penyebaran angket respons kepraktisan kepada murid, serta observasi perilaku mindful learning oleh dua pengamat independen (inter-rater). Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Educational Board Game Nussadhatupoly sangat layak dan efektif digunakan sebagai media pembelajaran. Uji validasi pakar memperoleh persentase kelayakan keseluruhan sebesar 96,25% (kategori Sangat Layak). Pada tahap implementasi, respons penerimaan murid mencapai 91,00% (kategori Sangat Menarik). Selain itu, hasil observasi perilaku mindful learning menunjukkan persentase sebesar 95,00% (kategori Sangat Baik), yang membuktikan bahwa fitur mekanika permainan seperti Zona Hening dan Kartu Kamma berhasil menstimulasi pemusatan perhatian, regulasi emosi, dan keterlibatan aktif. Dapat disimpulkan bahwa Nussadhatupoly merupakan media pembelajaran yang valid, praktis, dan efektif dalam mengatasi distraksi gawai serta mengubah atmosfer kelas menjadi lebih berkesadaran.