Repositori STIAB Smaratungga

Selamat datang di Repositori Digital Sekolah Tinggi Ilmu Agama Buddha (STIAB) Smaratungga. Platform ini menjadi wadah resmi untuk menyimpan, mengelola, dan menyebarluaskan karya ilmiah sivitas akademika STIAB Smaratungga — mulai dari skripsi, tesis, disertasi, laporan penelitian, hingga publikasi ilmiah lainnya dari berbagai program studi di lingkungan STIAB Smaratungga.

Repositori ini dikembangkan sebagai bagian dari komitmen institusi terhadap keterbukaan akses ilmu pengetahuan (open access), sekaligus sebagai upaya pelestarian dan dokumentasi hasil karya akademik secara digital, terstruktur, dan mudah diakses jangka panjang.

Melalui repositori ini, kami berharap dapat memperluas manfaat hasil penelitian dan karya akademik civitas STIAB Smaratungga bagi mahasiswa, peneliti, akademisi, maupun masyarakat umum yang tertarik pada kajian pendidikan agama Buddha, seni budaya, serta bisnis dan manajemen.

Silakan telusuri koleksi kami melalui menu pencarian, atau jelajahi berdasarkan program studi di bawah ini.

Photo by STIAB Smaratungga

Communities in DSpace

Select a community to browse its collections.

Now showing 1 - 1 of 1

Recent Submissions

  • Item type:Item,
    PENGARUH MINDFULNESS DAN SELF-EFFICACY TERHADAP KESEHATAN MENTAL REMAJA VIHARA BUDDHAYANA DHARMAWIRA CENTRE SURABAYA
    (VITA AYU RETNA ADYANTI, 2026-10-07)
    VITA AYU RETNA ADYANTI
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kesehatan mental remaja sebagai bagian dari perkembangan psikologis yang dipengaruhi oleh kemampuan individu dalam mengelola pengalaman dan menghadapi berbagai tekanan kehidupan. Dalam konteks pembinaan remaja di Vihara Buddhayana Dharmawira Centre Surabaya, mindfulness dan self-efficacy menjadi dua sumber daya psikologis yang penting dalam mendukung kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mindfulness terhadap kesehatan mental remaja, pengaruh self-efficacy terhadap kesehatan mental remaja, serta pengaruh mindfulness dan self-efficacy secara simultan terhadap kesehatan mental remaja di Vihara Buddhayana Dharmawira Centre Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex post facto dan pendekatan korelasional. Populasi penelitian berjumlah 50 remaja berusia 10–22 tahun yang aktif mengikuti kegiatan di Vihara Buddhayana Dharmawira Centre Surabaya. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh, sehingga seluruh populasi dijadikan sampel penelitian. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dengan skala Likert. Instrumen penelitian diuji melalui uji validitas dan reliabilitas, sedangkan analisis data meliputi statistik deskriptif, uji asumsi klasik, regresi linear sederhana, regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi dengan bantuan IBM SPSS Statistics 32. Hasil uji reliabilitas menunjukkan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,880 untuk mindfulness, 0,810 untuk self-efficacy, dan 0,830 untuk kesehatan mental, sehingga seluruh instrumen dinyatakan reliabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mindfulness berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesehatan mental remaja dengan koefisien regresi sebesar 0,434, nilai t hitung sebesar 4,765, dan signifikansi p < 0,001. Self-efficacy juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesehatan mental remaja dengan koefisien regresi sebesar 0,545, nilai t hitung sebesar 5,979, dan signifikansi p < 0,001. Secara simultan, mindfulness dan self-efficacy berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesehatan mental remaja dengan nilai F hitung sebesar 170,168 dan signifikansi p < 0,001. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,937 dan R Square sebesar 0,879 yang menunjukkan bahwa mindfulness dan self-efficacy secara bersama-sama memberikan kontribusi sebesar 87,9% terhadap variasi kesehatan mental remaja, sedangkan 12,1% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Dengan demikian, semakin baik mindfulness dan semakin tinggi self-efficacy yang dimiliki remaja, maka semakin baik pula kondisi kesehatan mental remaja di Vihara Buddhayana Dharmawira Centre Surabaya.
  • Item type:Item,
    PENGARUH MODERASI BERAGAMA DAN POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP TOLERANSI SOSIAL MURID AGAMA BUDDHA TINGKAT SMA DI KOTA SEMARANG TAHUN PELAJARAN 2025/2026
    (2026-09-02)
    Tripitoyo
    TRIPITOYO, 20240100019, 2026. Pengaruh Moderasi Beragama dan Pola Asuh Orang Tua terhadap Toleransi Sosial Murid Agama Buddha Tingkat SMA di Kota Semarang Tahun Pelajaran 2025/2026. Tesis. Program Studi Pendidikan Keagamaan Buddha (S2), Sekolah Tinggi Ilmu Agama Buddha Smaratungga, Boyolali. Pembimbing (1) Dr. Kabri, S.Ag, M.Pd, M.Pd.B., (II) Julia Surya, S.Pd.B.,M.A.,M.Pd.,Ph.D. Kata Kunci: Moderasi Beragama, Pola Asuh Orang Tua, Toleransi Sosial, Murid Agama Buddha, Pendidikan Menengah Atas. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembentukan karakter toleransi sosial pada murid agama Buddha yang hidup di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk. Kota Semarang sebagai salah satu kota dengan tingkat keberagaman agama, budaya, suku, dan etnis yang tinggi menjadi lingkungan yang menuntut generasi muda untuk memiliki sikap toleran, terbuka, menghargai perbedaan, serta mampu berinteraksi secara harmonis dengan berbagai kelompok masyarakat. Namun, dalam kehidupan sosial masih ditemukan berbagai fenomena yang menunjukkan rendahnya toleransi sosial, seperti kecenderungan sikap eksklusif, kurangnya empati terhadap kelompok lain, rendahnya kepedulian sosial, serta terbatasnya interaksi positif antarkelompok yang berbeda latar belakang. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya faktor-faktor pendukung yang mampu membentuk dan meningkatkan toleransi sosial peserta didik. Dalam penelitian ini, faktor yang dikaji adalah moderasi beragama dan pola asuh orang tua. Penelitian bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh moderasi beragama terhadap toleransi sosial murid agama Buddha tingkat SMA di Kota Semarang, (2) pengaruh pola asuh orang tua terhadap toleransi sosial murid agama Buddha tingkat SMA di Kota Semarang, dan (3) pengaruh moderasi beragama dan pola asuh orang tua secara simultan terhadap toleransi sosial murid agama Buddha tingkat SMA di Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode ex post facto. Populasi penelitian terdiri atas seluruh murid agama Buddha tingkat SMA di Kota Semarang yang berjumlah 63 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, sehingga seluruh anggota populasi dijadikan responden penelitian. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner menggunakan skala Likert yang telah melalui pengujian validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier sederhana dan regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS versi 21. Sebelum pengujian hipotesis, dilakukan uji prasyarat analisis yang meliputi uji normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa moderasi beragama berpengaruh positif dan signifikan terhadap toleransi sosial murid dengan nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,749 dan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,561, yang berarti moderasi beragama memberikan kontribusi sebesar 56,1% terhadap toleransi sosial. Selain itu, diperoleh nilai t hitung sebesar 8,824 dengan signifikansi 0,000 (< 0,05). Pola asuh orang tua juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap toleransi sosial murid dengan nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,788, koefisien determinasi (R²) sebesar 0,622 atau sebesar 62,2%, nilai t hitung sebesar 10,008, dan signifikansi 0,000 (< 0,05). Secara simultan, moderasi beragama dan pola asuh orang tua berpengaruh positif dan signifikan terhadap toleransi sosial murid dengan nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,835, koefisien determinasi (R²) sebesar 0,697 atau 69,7%, nilai F hitung sebesar 68,859, dan signifikansi 0,000 (< 0,05). Hasil regresi berganda menunjukkan bahwa pola asuh orang tua merupakan variabel yang memiliki pengaruh lebih dominan dibandingkan moderasi beragama terhadap toleransi sosial murid agama Buddha tingkat SMA di Kota Semarang.
  • Item type:Item,
    PENGALAMAN UMAT BUDDHA DALAM MEMPRAKTIKKAN MINDFULNESS DI WIHARA MAHABODHI BUDDHIST CENTER: STUDI FENOMENOLOGIS
    (Munisah, 2026-10-06)
    Munisah
    Perkembangan kehidupan modern yang disertai tekanan psikologis, perubahansosial, dan kompleksitas tuntutan kehidupan menjadikan mindfulness semakin relevan bagi pemeliharaan keseimbangan mental dan spiritual. Namun, mindfulness masih sering dipahami secara terbatas sebagai teknik meditasi atau relaksasi yang terpisah dari landasan filosofis dan spiritual Buddhisme. Penelitian mengenai pengalaman subjektif umat Buddha dalam mempraktikkan mindfulness di lingkungan Wihara juga masih relatif terbatas. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya penelitian yang mengkaji praktik mindfulness berdasarkan pengalaman langsung umat Buddha dalam kehidupan religiusnya. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengalaman umat Buddha dalam mempraktikkan mindfulness di Wihara Mahabodhi Buddhist Center, Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologis. Informan dipilih melalui teknik purposive sampling dan berjumlah enam orang, yang terdiri atas lima umat Buddha yang aktif mempraktikkan mindfulness dan satu guru pembimbing. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam semi-terstruktur, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan prosedur Interpretative Phenomenological Analysis (IPA), yang mencakup transkripsi, pembacaan berulang, penyandian tematik, analisis kasus per kasus dan lintas kasus, refleksi, interpretasi, serta pelaporan. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi, member check, catatan reflektif, dan audit trail. Hasil penelitian menunjukkan dua struktur utama pengalaman mindfulness, yaitu aspek kognitif-perseptual yang mencakup observing dan describing, serta aspek regulatif-spiritual yang mencakup acting with awareness, non-judging, dan non-reactivity. Kelima dimensi tersebut membentuk rangkaian pengalaman yang meliputi kemampuan mengamati dan memahami pengalaman, menghadirkan kesadaran dalam tindakan, menerima pengalaman tanpa penghakiman berlebihan, serta menciptakan jeda sebelum memberikan respons. Praktik mindfulness meningkatkan ketenangan, fokus, kesabaran, penerimaan diri, pengendalian perilaku, dan regulasi emosi, meskipun informan masih menghadapi hambatan berupa rasa mengantuk, ketidaknyamanan tubuh, pikiran mengembara, gangguan lingkungan, dan ketidakkonsistenan latihan. Dalam konteks Buddhis, pengalaman tersebut dimaknai sebagai proses pengembangan sati, sampajañña, sīla, dan paññā, serta pemahaman terhadap anicca. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan desain longitudinal dan komparatif dengan melibatkan informan yang lebih beragam untuk mengkaji perkembangan state mindfulness menuju trait mindfulness serta variasi pengalaman praktik pada komunitas Buddhis yang berbeda.
  • Item type:Item,
    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AKTIVITAS BELAJAR SISWA BERAGAMA BUDDHA KELAS XI SMA NEGERI 1 DONOROJO TAHUN AJARAN 2024/2025
    (ISNAWATI, 2025-10-08)
    ISNAWATI
    ABSTRAK Isnawati. 20210200010. 2025. “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Aktivitas Belajar Siswa Beragama Buddha Kelas Xi Sma Negeri 1 Donorojo Tahun Ajara 2024/2025lembar”. Skripsi. Program Studi Pendidikan Keagaman Buddha (S1) Sekolah tinggi Ilmu Agama Buddha (STIAB) Smaratungga Boyolali Jawa Tengah. Pembimbing (I) Sutikyanto, S. Ag., M. Hum, Pembimbing (II) Sukisno, M.Pd. Kata Kunci: aktivitas belajar, siswa Buddha, faktor internal, faktor eksternal, pembelajaran agama Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas belajar siswa beragama Buddha di SMA Negeri 1 Donorojo. Aktivitas belajar siswa merupakan salah satu indikator keberhasilan pembelajaran, khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Buddha. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan pendekatan fenomenologis melalui bantuan perangkat lunak Atlas.ti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat enam indikator yang mempengaruhi aktivitas belajar siswa, yaitu: (1) ketekunan dalam belajar, (2) perhatian terhadap kegiatan belajar, (3) cara menerima dan mengolah informasi, (4) ketersediaan dan pemanfaatan sarana dan prasarana sekolah, (5) motivasi serta dukungan emosional, dan (6) pengaruh teman sebaya. Faktor-faktor internal seperti niat dan minat, serta faktor eksternal seperti lingkungan sekolah dan dukungan sosial terbukti sangat berpengaruh terhadap keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian ini memberikan wawasan penting bagi guru, sekolah, dan orang tua untuk menciptakan strategi pembelajaran yang lebih efektif dan mendukung.
  • Item type:Item,
    PENGARUH TEMAN SEBAYA DAN LINGKUNGAN BELAJAR TERHADAP KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA DI HOMESCHOOLING KUSALAMITRA TAHUN AJARAN 2025/2026
    (Putriana Mitta, 2026-10-02)
    Putriana Mitta
    ABSTRAK Putriana Mitta, 2024100024, 2026 “Pengaruh Teman Sebaya dan Lingkungan Belajar terhadap Kemandirian Belajar Siswa Homeschooling Kusalamitra Tahun Ajaran 2025/2026. Tesis. Program Studi Magister Pendidikan Keagamaan Buddha, Sekolah Tinggi Ilmu Agama Buddha (STIAB) Smaratungga”. Pembimbing I: Dr. dr. Tjhia Khie Khiong, S.Si., S.Ked., M.Si., M.Pharm.Sc., Ph.D., PA(K), Exp.Flow., Akp. Pembimbing II: Julia Surya, S.Pd.B., M.A., M.Pd., Ph.D. Kata kunci: teman sebaya, lingkungan belajar, kemandirian belajar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kemandirian belajar sebagai salah satu faktor yang menentukan keberhasilan proses pembelajaran. Kemandirian belajar siswa dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya teman sebaya dan lingkungan belajar. Kondisi di Homeschooling Kusalamitra menunjukkan bahwa masih terdapat siswa yang belum mampu mengelola proses belajarnya secara optimal sehingga diperlukan kajian mengenai faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teman sebaya terhadap kemandirian belajar, pengaruh lingkungan belajar terhadap kemandirian belajar, serta pengaruh teman sebaya dan lingkungan belajar secara simultan terhadap kemandirian belajar siswa Homeschooling Kusalamitra Tahun Ajaran 2025/2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi penelitian berjumlah 50 siswa, dengan teknik sampling jenuh sehingga seluruh populasi dijadikan sampel. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket, sedangkan analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji asumsi klasik, regresi linier sederhana, regresi linier berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi (R²) dengan bantuan SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teman sebaya berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemandirian belajar dengan koefisien regresi sebesar 0,652, nilai t hitung sebesar 8,017, dan signifikansi 0,000. Lingkungan belajar juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemandirian belajar dengan koefisien regresi sebesar 0,445, nilai t hitung sebesar 5,943, dan signifikansi 0,000. Secara simultan, teman sebaya dan lingkungan belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemandirian belajar dengan nilai F hitung sebesar 32,396 dan signifikansi 0,000. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,580 menunjukkan bahwa teman sebaya dan lingkungan belajar secara bersama-sama memberikan kontribusi sebesar 58,0% terhadap kemandirian belajar siswa, sedangkan 42,0% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Disimpulkan bahwa semakin positif hubungan teman sebaya dan semakin kondusif lingkungan belajar, maka semakin tinggi tingkat kemandirian belajar siswa Homeschooling Kusalamitra Tahun Ajaran 2025/2026.