PENGARUH MINDFULNESS DAN DUKUNGAN TEMAN SEBAYA TERHADAP STRES AKADEMIK SISWA SMA EHIPASSIKO SCHOOL
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Stres akademik merupakan persoalan psikologis yang lazim dialami siswa sekolah menengah atas dan berdampak pada prestasi belajar serta kesehatan mental. Mindfulness dipandang sebagai sumber daya penanggulangan yang bersifat internal, sedangkan dukungan teman sebaya merupakan sumber daya eksternal. Kedua variabel tersebut belum pernah dikaji secara simultan pada sekolah menengah atas berbasis nilai-nilai Buddha di Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh mindfulness dan dukungan teman sebaya, baik secara parsial maupun simultan, terhadap stres akademik siswa SMA Ehipassiko School. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi sekaligus sampel penelitian adalah seluruh siswa kelas X dan XI tahun ajaran 2025/2026 yang berjumlah 105 orang, ditentukan dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup berskala Likert lima poin yang dikembangkan peneliti berdasarkan lima faset Five Facet Mindfulness Questionnaire, empat mekanisme Social Cognitive Theory, dan lima dimensi Educational Stress Scale for Adolescents. Data dianalisis menggunakan korelasi Pearson Product Moment dan regresi linear berganda setelah seluruh uji asumsi klasik terpenuhi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mindfulness berpengaruh negatif dan signifikan terhadap stres akademik (b₁ = −0,474; t = −2,916; p = 0,004), sedangkan dukungan teman sebaya berpengaruh positif dan signifikan terhadap stres akademik (b₂ = +0,374; t = 3,555; p < 0,001). Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap stres akademik [F(2,102) = 7,765; p < 0,001] dengan koefisien determinasi R² = 0,132 atau 13,2%. Arah positif pada dukungan teman sebaya ditafsirkan sebagai gejala mobilisasi dukungan, yakni siswa dengan tekanan akademik yang lebih tinggi cenderung lebih aktif mencari dukungan. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan program mindfulness sekaligus peningkatan kualitas—bukan sekadar kuantitas—dukungan teman sebaya di lingkungan sekolah.