PENGARUH MODERASI BERAGAMA DAN IMPLEMENTASI NILAI BUDAYA LOKAL TERHADAP KERUKUNAN MAHASISWA (Studi Pada Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya Wonogiri Jawa Tengah)
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh moderasi beragama dan implementasi nilai budaya lokal terhadap kerukunan mahasiswa di Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya Wonogiri. Keberagaman latar belakang agama dan budaya mahasiswa menjadikan penguatan sikap moderat serta penghargaan terhadap nilai budaya lokal penting dalam membangun kehidupan kampus yang harmonis. Nilai budaya lokal, khususnya nilai-nilai budaya Jawa yang menekankan toleransi, kesantunan, tenggang rasa, dan penghormatan terhadap sesama, dipandang memiliki keterkaitan dengan pembentukan kerukunan antarmahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel secara proporsional terhadap 92 mahasiswa. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis melalui regresi linear berganda dengan bantuan IBM SPSS Statistics versi 27. Analisis dilakukan untuk menguji pengaruh moderasi beragama dan implementasi nilai budaya lokal, baik secara parsial maupun simultan, terhadap kerukunan mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa moderasi beragama berpengaruh positif dan signifikan terhadap kerukunan mahasiswa dengan nilai signifikansi 0,001 < 0,05. Implementasi nilai budaya lokal juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kerukunan mahasiswa dengan nilai signifikansi 0,001 < 0,05. Secara simultan, moderasi beragama dan implementasi nilai budaya lokal berpengaruh signifikan terhadap kerukunan mahasiswa, dengan koefisien determinasi sebesar 87%. Temuan tersebut menunjukkan bahwa variasi kerukunan mahasiswa dalam penelitian ini sebagian besar dapat dijelaskan oleh kedua variabel independen tersebut. Hasil penelitian menegaskan bahwa penguatan moderasi beragama dan implementasi nilai budaya lokal merupakan faktor penting dalam mendukung kerukunan mahasiswa di STAB Negeri Raden Wijaya Wonogiri. Penguatan kedua aspek tersebut perlu dikembangkan secara berkelanjutan melalui proses pembelajaran, kegiatan kemahasiswaan, pembinaan karakter, serta interaksi sosial di lingkungan kampus agar tercipta hubungan antarmahasiswa yang toleran, setara, saling menghargai, dan kooperatif.