PENGARUH MINDFULNESS DAN DUKUNGAN TEMAN SEBAYA TERHADAP KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS SISWA SMK TRI RATNA JAKARTA
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Kesejahteraan psikologis merupakan aspek penting dalam perkembangan siswa, terutama karena masa sekolah menengah ditandai oleh berbagai tuntutan akademik dan sosial. Dalam konteks pendidikan Buddhis, penguatan kesejahteraan psikologis tidak hanya berkaitan dengan kapasitas internal siswa, tetapi juga dengan kualitas hubungan sosial di lingkungan sekolah. Mindfulness merepresentasikan faktor intrapersonal, sedangkan dukungan teman sebaya merepresentasikan faktor interpersonal yang berpotensi mendukung kesejahteraan psikologis siswa. Namun, penelitian yang menguji kedua faktor tersebut secara simultan dalam konteks pendidikan berbasis nilai Buddhis masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh mindfulness dan dukungan teman sebaya terhadap kesejahteraan psikologis siswa SMK Tri Ratna Jakarta, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain non-eksperimental dan cross-sectional. Populasi sekaligus sampel penelitian berjumlah 80 siswa yang ditentukan menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner mindfulness, dukungan teman sebaya, dan kesejahteraan psikologis. Analisis data menggunakan regresi linear sederhana untuk menguji pengaruh masing-masing variabel bebas serta regresi linear berganda untuk menguji pengaruh keduanya secara simultan. Instrumen penelitian telah melalui uji validitas dan reliabilitas, sedangkan model regresi telah memenuhi asumsi yang diperlukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mindfulness berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesejahteraan psikologis dengan koefisien regresi 0,991 dan signifikansi 0,000, serta memberikan kontribusi sebesar 67,5%. Dukungan teman sebaya juga berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien regresi 1,170 dan signifikansi 0,000, serta memberikan kontribusi sebesar 50,6%. Secara simultan, mindfulness dan dukungan teman sebaya berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesejahteraan psikologis dengan F = 118,772 dan signifikansi 0,000. Nilai R² = 0,755 menunjukkan bahwa kedua variabel secara bersama-sama menjelaskan 75,5% variasi kesejahteraan psikologis siswa. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengujian terpadu faktor intrapersonal dan interpersonal dalam menjelaskan kesejahteraan psikologis siswa pada konteks pendidikan berbasis nilai Buddhis. Implikasinya, pengembangan kesejahteraan psikologis di sekolah perlu dilakukan secara holistik melalui penguatan mindfulness dan hubungan teman sebaya, antara lain melalui praktik perhatian penuh, refleksi diri, peer mentoring, pembelajaran kolaboratif, dan pengembangan nilai kalyāṇamitta.