PENGALAMAN UMAT BUDDHA DALAM MEMPRAKTIKKAN MINDFULNESS DI WIHARA MAHABODHI BUDDHIST CENTER: STUDI FENOMENOLOGIS
| dc.contributor.author | Munisah | |
| dc.date.accessioned | 2026-10-06T03:01:30Z | |
| dc.date.issued | 2026-10-06 | |
| dc.description.abstract | Perkembangan kehidupan modern yang disertai tekanan psikologis, perubahansosial, dan kompleksitas tuntutan kehidupan menjadikan mindfulness semakin relevan bagi pemeliharaan keseimbangan mental dan spiritual. Namun, mindfulness masih sering dipahami secara terbatas sebagai teknik meditasi atau relaksasi yang terpisah dari landasan filosofis dan spiritual Buddhisme. Penelitian mengenai pengalaman subjektif umat Buddha dalam mempraktikkan mindfulness di lingkungan Wihara juga masih relatif terbatas. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya penelitian yang mengkaji praktik mindfulness berdasarkan pengalaman langsung umat Buddha dalam kehidupan religiusnya. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengalaman umat Buddha dalam mempraktikkan mindfulness di Wihara Mahabodhi Buddhist Center, Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologis. Informan dipilih melalui teknik purposive sampling dan berjumlah enam orang, yang terdiri atas lima umat Buddha yang aktif mempraktikkan mindfulness dan satu guru pembimbing. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam semi-terstruktur, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan prosedur Interpretative Phenomenological Analysis (IPA), yang mencakup transkripsi, pembacaan berulang, penyandian tematik, analisis kasus per kasus dan lintas kasus, refleksi, interpretasi, serta pelaporan. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi, member check, catatan reflektif, dan audit trail. Hasil penelitian menunjukkan dua struktur utama pengalaman mindfulness, yaitu aspek kognitif-perseptual yang mencakup observing dan describing, serta aspek regulatif-spiritual yang mencakup acting with awareness, non-judging, dan non-reactivity. Kelima dimensi tersebut membentuk rangkaian pengalaman yang meliputi kemampuan mengamati dan memahami pengalaman, menghadirkan kesadaran dalam tindakan, menerima pengalaman tanpa penghakiman berlebihan, serta menciptakan jeda sebelum memberikan respons. Praktik mindfulness meningkatkan ketenangan, fokus, kesabaran, penerimaan diri, pengendalian perilaku, dan regulasi emosi, meskipun informan masih menghadapi hambatan berupa rasa mengantuk, ketidaknyamanan tubuh, pikiran mengembara, gangguan lingkungan, dan ketidakkonsistenan latihan. Dalam konteks Buddhis, pengalaman tersebut dimaknai sebagai proses pengembangan sati, sampajañña, sīla, dan paññā, serta pemahaman terhadap anicca. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan desain longitudinal dan komparatif dengan melibatkan informan yang lebih beragam untuk mengkaji perkembangan state mindfulness menuju trait mindfulness serta variasi pengalaman praktik pada komunitas Buddhis yang berbeda. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.smaratungga.ac.id/handle/123456789/19 | |
| dc.publisher | Munisah | |
| dc.title | PENGALAMAN UMAT BUDDHA DALAM MEMPRAKTIKKAN MINDFULNESS DI WIHARA MAHABODHI BUDDHIST CENTER: STUDI FENOMENOLOGIS | |
| dc.title.alternative | PENGALAMAN UMAT BUDDHA DALAM MEMPRAKTIKKAN MINDFULNESS DI WIHARA MAHABODHI BUDDHIST CENTER: STUDI FENOMENOLOGIS | |
| dc.type | Thesis |
Files
Original bundle
1 - 5 of 7