PENGEMBANGAN MEDIA STORYTELLING JĀTAKA BERBASIS AUDIO-VISUAL UNTUK PENGUATAN KARAKTER CINTA KASIH (METTĀ) SISWA SEKOLAH MINGGU BUDDHA
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Pendidikan karakter di Sekolah Minggu Buddha (SMB) saat ini masih
menghadapi tantangan serius karena penyampaian nilai moral sering kali bersifat
normatif, verbalistik, dan terlalu berorientasi kognitif. Permasalahan tersebut
diperparah oleh keterbatasan media pembelajaran inovatif yang kontekstual dan
menarik bagi karakteristik generasi digital. Oleh karena itu, penelitian ini
dilaksanakan dengan tujuan untuk merancang desain pengembangan media
storytelling Jātaka berbasis audio-visual serta menilai kelayakan produk yang
dikembangkan dalam memperkuat karakter cinta kasih (mettā) siswa SMB.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan Research
and Development (R&D) dengan menerapkan model pengembangan 4D yang
meliputi tahapan Define, Design, Develop, dan Disseminate. Alur kerja
perancangan produk mengintegrasikan pipa produksi kecerdasan buatan
(Generative AI) yang memanfaatkan Google Gemini untuk penyusunan naskah
dialog dan rekayasa instruksi, Google Whisk untuk pembuatan ilustrasi tokoh, dan
Google Flow untuk merender video animasi dinamis, sebelum akhirnya disunting
menggunakan aplikasi CapCut dan diintegrasikan ke portal Google Sites. Subjek
penelitian ini melibatkan validator ahli media, ahli materi (Guru Pendidikan Agama
Buddha), serta uji coba terbatas pada 10 siswa jenjang Majjhima Sekha di SMB
Gita Pundarika dengan instrumen pengumpulan data berupa wawancara, lembar
penilaian ahli, dan angket respons siswa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan media ini berhasil
memetakan konsep mettā ke dalam lima dimensi praktis melalui kisah Jātaka
bertema rusa. Berdasarkan penilaian uji kelayakan ahli, media pembelajaran ini
dikategorikan "Sangat Layak" dengan skor persentase mencapai 84,44% dari ahli
media dan 95,55% dari ahli materi setelah melalui tahapan revisi pada aspek
ekspresi karakter, pemotongan klip video yang kurang tepat, serta penyederhanaan
diksi naskah. Dampak empiris penggunaan produk juga diperkuat oleh hasil uji
coba terbatas yang menunjukkan respons sangat positif dari siswa dengan
persentase tingkat kepuasan mencapai 89,6%, sehingga terbukti efektif dalam
memelihara fokus serta mendukung internalisasi nilai cinta kasih siswa.