PENGARUH KOMPETENSI PROFESIONAL DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA GURU AGAMA BUDDHA DI JAWA TENGAH TAHUN 2026
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Rusmiyati. 2026. Pengaruh Kompetensi Profesional dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Guru Agama Buddha di Jawa Tengah Tahun 2026. Tesis. Program Studi Magister Pendidikan Keagamaan Buddha, Sekolah Tinggi Ilmu Agama Buddha (STIAB) Smaratungga Boyolali. Pembimbing I: Dr. Kabri, S.Ag., M.Pd., M.Pd.B.; Pembimbing II: Julia Surya, S.Pd.B., M.A., M.Pd., Ph.D.
Kata Kunci: kompetensi profesional, motivasi kerja, kinerja guru, Guru Agama Buddha, Jawa Tengah.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih bervariasinya kinerja Guru Agama Buddha di Jawa Tengah yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya kompetensi profesional dan motivasi kerja. Kompetensi profesional diperlukan untuk mendukung kemampuan guru dalam menguasai materi, mengembangkan pembelajaran, memanfaatkan teknologi, dan melakukan evaluasi pembelajaran, sedangkan motivasi kerja menjadi faktor yang mendorong guru untuk melaksanakan tugas secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompetensi profesional terhadap kinerja guru, pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru, serta pengaruh kompetensi profesional dan motivasi kerja secara simultan terhadap kinerja Guru Agama Buddha di Jawa Tengah.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode ex post facto. Populasi penelitian berjumlah 156 Guru Agama Buddha di Jawa Tengah dan sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji asumsi klasik, serta analisis regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi profesional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja Guru Agama Buddha dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, koefisien determinasi (R²) sebesar 0,708, yang berarti kompetensi profesional memberikan kontribusi sebesar 70,8% terhadap kinerja guru. Motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja Guru Agama Buddha dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 dan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,685, yang berarti motivasi kerja memberikan kontribusi sebesar 68,5% terhadap kinerja guru. Secara simultan, kompetensi profesional dan motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja Guru Agama Buddha di Jawa Tengah dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, nilai Fhitung = 113,199, koefisien korelasi R = 0,881, dan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,777. Hasil ini menunjukkan bahwa kinerja guru dapat dijelaskan oleh kompetensi profesional dan motivasi kerja sebesar 77,7%, sedangkan 22,3% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian.
Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian kompetensi profesional, motivasi kerja, dan kinerja guru dalam konteks Pendidikan Agama Buddha. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi keagamaan Buddha, dan para guru dalam merumuskan program peningkatan kompetensi profesional dan motivasi kerja guna meningkatkan kualitas kinerja Guru Agama Buddha secara berkelanjutan.